Powered by Blogger.

Bangunlah Umbu

>> Monday, November 03, 2014

Dewa Putu Sahadewa


Umbu bangunlah
Jangan berbaring di ranjang kering
membuat puisi berhenti berdenyut.

Dengan apa kami menulis nasib
Jika tubuhmu tak mendengar gurau
dan bisik cemas
Kata takkan mengalir lewat cairan

Read More..

Berdiam di Luar Cahaya

>> Wednesday, September 17, 2014

Dewa Putu Sahadewa


Berdiam di luar cahaya
Bimbang
Merunut sudut sepi
Semai puisi

Kau yang mengerti api
Dengan bara di bola mata
Meremas seluruh abjad

Read More..

Catatan Harian I

>> Friday, September 05, 2014

Dewa Putu Sahadewa


Menabuh buku bambu hidupku
Bukan gempita irama semesta
Hanya ketukan ringan
Yang mengingatkan
Beberapa peristiwa
                   sederhana
Seperti makan pagi
Yang bergegas

Read More..

Tidak Ada Purnama di Bandar Jakarta

>> Wednesday, September 03, 2014

Dewa Putu Sahadewa


Ia telah disaput kabut
dari knalpot busuk mobil mobil
      !          Macet...
Dihanyutkan banjir setengah hati
Yang nyinyir dan bau

Read More..

Kepalaku di mana

Dewa Putu Sahadewa


Sedari tadi aku mencarinya
Ia teronggok di meja rapat . Muntah
Lalu meloncat ke pantai merah
Yang menawarkan sepi. Unggas terbang dari balik semak
Turis tertawa di atas ombak

Read More..

Di Ruang Seminar

Dewa Putu Sahadewa

Aku mendengar olok olok
Tentang cara mudah selamatkan kehidupan
Membuang teori usang tentang cinta dan perjuangan panjang
       Cukuplah kita tengok meja makan siang

Read More..