Powered by Blogger.

“Saiban” 5 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2014

>> Thursday, October 16, 2014

Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang, Panitia  Kusala Sastra Katulistiwa ke-14 menetapkan lima karya unggulan peraih Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa. “Saiban” karya Oka Rusmini termasuk di antara lima karya unggulan pada kategori puisi.
Adapun karya unggulan lainnya dalam kategori yang sama adalah “Tanda-Tanda Yang Bimbang” (Ook Nugroho), “Rusa Berbulu Merah” (Ahda Imran), “Piknik Yang Menyenangkan” (Hasta Indriyana), dan “Tetralogi Kerucut” (A. Muttaqin)

Read More..

Cok Sawitri: "Puisi Bukan Sekadar Barisan Kata Indah"

>> Wednesday, October 15, 2014

Cok Sawitri
Laporan: Ida Ayu Made Sadnyari (Tribun Bali)

NODA di bibir cangkir kopi nampak mengering. Secangkir kopi panas berganti dingin, tiada aroma tercium hanya terlihat semut mengerumininya.

Perempuan bercelana panjang selutut, duduk berhadapan dengan laptop dan dikelilingi buku-buku novel, cerpen, dan puisi, yang semuanya tertera nama penulis, Cok Sawitri.

Perempuan inilah Cok Sawitri, demikian seriusnya berkarya dan seluruh perhatiannya tertuju pada penyelesaian rekaman dokumentasi puisi yang saat itu sedang digarap.

Read More..

Nyoman Manda Tulis Enam Novel Sejarah

>> Tuesday, October 14, 2014

Jodhi Yudono

DENPASAR, KOMPAS.com--Nyoman Manda (73), sastrawan Bali kelahiran Gianyar, selama tahun 2010 tercatat menulis enam novel sejarah yang tiga di antaranya mengenai Perang Puputan Badung yang terjadi 23 September 1906, atau 105 tahun yang silam.

"Trilogi Puputan Badung yang ditulis Manda, menceriterakan perang habis-habisan antara rakyat yang dipimpin rajanya melawan penjajah Belanda," kata Dr I Nyoman Darma Putra, dosen Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Udayana di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, trilogi novel tersebut terdiri atas "Biyar Biyur ring Pesisi Sanur" (Ribut-ribut di Pantai Sanur), "Kulkul Bulus" (Kentongan Bertalu-talu), dan "Tyaga Wani Mati" (Siaga berani mati).

Read More..

JKP Geliatkan Kembali Jagat Puisi Bali

>> Thursday, September 04, 2014

Natalia Ester Taokan - Foto: Gusade Darmasuta
Jatijagat Kampung Puisi (JKP) Bali yang dimotori oleh para penyair Bali seperti Wayan "Jengki" Sunarta, Muda Wijaya, Mira Astra, dan Dewa Putu Sahadewa, menggairahkan kembali ranah perpuisian di Bali. Upaya ini diawali dengan menyelenggarakan Lomba Baca dan Pesta Puisi yang berlangsung selama dua hari 30-31 Agustus di markas Jatijagat Kampung Puisi (JKP), di jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar. Dalam acara Lomba Baca Puisi, lebih dari seratus pelajar dari berbagai sekolah

Read More..