Malam Cahaya Lampion
>> Thursday, October 16, 2014
Tan Lioe Ie
Lampion. Tarian naga bersayap
di tanah ini. Tanah hidupku
Tempat angin pertama menyentuh.
Matamukah setajam silet
mengulitiku. Kesurupan
Tan Lioe Ie
Lampion. Tarian naga bersayap
di tanah ini. Tanah hidupku
Tempat angin pertama menyentuh.
Matamukah setajam silet
mengulitiku. Kesurupan
Tan Lioe Ie
Di tepi danau kita berdiri
melempar batu kanak-kanak
ke dalamnya.
Seribu purnama bercermin di air
Batu kanak-kanak berlumut sudah.
Kita masih di sini
menyaksikan angin
menjatuhkan sehelai daun
mengapung di permukaan
menjadi perahu
menjemputmu
menembus kabut
Kau pun tak tampak lagi.
Mataku bukan mata dungu ikan
yang tertipu umpan di mata kail
Tapi tak juga sanggup menyibak kabut itu
Kau tetap lenyap dari pandang
Tinggal kecipak air ditepuk angin
Angin yang lagi akan menggugurkan daun
mengapung jadi perahu
menjemput penyeberang berikutnya.
Sajak ini pernah dimuat di Rubrik "Bentara" Kompas - Rabu, 04 Februari 2004
Tan Lioe Ie lahir di Denpasar, Bali, 1 Juni 1958. Kumpulan puisinya Kita Bersaudara (1991) sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Dr Thomas Hunter Jr menjadi We Are All One. Ia gemar menyanyikan puisi.
Sajak-sajaknya antara lain:
Perahu DaunRead More..
Mimpi Buruk
Tak Lagi