Powered by Blogger.

Kita

>> Saturday, August 08, 2009

: Varapanna

IAO Suwati Sidemen


apa yang membuat lelaki
merasakan perih luka rahim istrinya

sayatan pisau setipis kuku bayi
seketika mengering tanpa rasa sakit


seekor bangau berkaki jenjang menjinjit
meninggalkan sekeranjang karunia langit
ditumpukkan biji sawit pahit


kita telah sepaham penuh
untuk bersama menyemai peluh
mengetam garam tubuh tanpa mengeluh

karenanya
kunikmati benar
setiap serabut akar mereka
menancap dan membesar
lalu meretakkan tempurung kantung air susuku

menjadikan aku sesempurna pertiwi

Read More..

Rumah Kami

IAO Suwati Sidemen


rumah kami
dibangun dari bata bersusun
tanpa perekat tanpa penguat
tak punya pagar
cuma beluntas liar

di biliknya
aku melahirkan anak-anak kami
mereka tumbuh
dan besar
oleh umbi
dan daun


lelakiku bukan gunung
bukan pula ladang
cuma selembar tanah lumut berlapis

tak ada mata air
di dadanya
cuma setitik noktah di pelipis
tanda hidupnya belum lagi habis

di atap rumah
kami menyemai biji anggur
kemuliaan altar
dan kubur


suatu hari
kami mengundang burung
dan binatang langit
agar kemurahan sekadar menoleh

apa yang membuat burung malam
mengundang matahari menjemput umurnya

Read More..