Powered by Blogger.

Cupak Tanah Putu Satria Kusuma

>> Monday, October 20, 2014

Made Adnyana Ole


Ajak aku bermain tanah, Putu
Agar tak habis hina dalam diri hamba

Tanah yang tinggi. Kita berdiri di puncak
Kaurentangkan sebelah tangan seperti lengan pohon
yang memanjang di udara
Di bawahnya kota. Dan rumah kita terselip di sana

Read More..

Made Adnyana Ole

>> Saturday, October 18, 2014

Lahir di Marga, Tabanan, Bali.  Sempat bergabung dengan sejumlah penyair Bali di Sanggar Minum Kopi (SMK) dan kemudian mendirikan Yayasan Selakunda di Tabanan. Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Dwijendra, Denpasar, ini pernah bekerja di Jakarta menjadi wartawan Nusa Bali Beberapa kali memenangkan lomba penulisan puisi dan cerpen di Bali maupun tingkat nasional. Puisi dan cerpennya dimuat di sejumlah media massa, seperti Bali Post, Nusa, Suara Karya, Jawa Pos,

Read More..

Metafora Alam Bali dalam Puisi-Puisi Made Adnyana Ole

ALAM Bali memang tak pernah habis digali sebagai inspirasi untuk menciptakan karya-karya seni. Seniman dunia, seniman nasional dan seniman lokal, baik penari, sastrawan, dramawan atau pelukis, seakan terus berebut untuk menangkap detil-detil keindahan sekaligus persoalan-persoalan yang terjadi di Pulau Dewata. Mulai dari Walter Spies, Arie Smit, Antonio Blanco, hingga Rendra dan Sardono W Kusumo.

Read More..

Perempuan Di Tepi Buyan

Made Adnyana Ole


Kaukira perempuan itu hendak bunuh diri
Ketika lumut di lengan pohon berguguran
ia memasang tali sapi
pada cabang tertinggi
pohon kroya yang ditinggalkan gerimis

Read More..

Dongeng Dari Utara

Made Adnyana Ole

 
Di utara, Ibu
Kebun kaktus, hutan bersuara liar
Punggung bukit hitam. Orang-Orang Atas  
                            memburu titik lampu
Sembunyi seperti bintang sesat
di atas langit jatuh, puing kota

Read More..

Upacara Penguburan Daun-daun

>> Friday, October 17, 2014

Nanoq da Kansas


memberi arti bagi sekuntum bunga
apa yang diserahkan cuaca
         kecuali harumnya?

wahai, daun-daun gugur
kutanam engkau di kegersangan sejarah ini

Read More..

Malam Cahaya Lampion

>> Thursday, October 16, 2014

Tan Lioe Ie


Lampion. Tarian naga bersayap
       di tanah ini. Tanah hidupku
Tempat angin pertama menyentuh.

Matamukah setajam silet
       mengulitiku. Kesurupan

Read More..

Sungai Mississippi

Frans Nadjira


1
“Mesin, berikan kartu nasibku hari ini”
kataku sejam lalu
sewaktu menekan tombol sebuah kotak
Tapi yang meluncur ke luar
sebuah kapal es krim. Begitu sempurna.

Read More..

“Saiban” 5 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2014

Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang, Panitia  Kusala Sastra Katulistiwa ke-14 menetapkan lima karya unggulan peraih Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa. “Saiban” karya Oka Rusmini termasuk di antara lima karya unggulan pada kategori puisi.
Adapun karya unggulan lainnya dalam kategori yang sama adalah “Tanda-Tanda Yang Bimbang” (Ook Nugroho), “Rusa Berbulu Merah” (Ahda Imran), “Piknik Yang Menyenangkan” (Hasta Indriyana), dan “Tetralogi Kerucut” (A. Muttaqin)

Read More..

tentang namaku

Nanoq da Kansas


sekali waktu ada yang menamaiku si mirip  penyair. atau
di lain tempat dijulukinya aku si pemuja bintang dini hari
padahal aku hanyalah diriku setelah tadi dan sebelumnya nanti.

oi, baiknya mereka memberiku nama-nama
dan betapa kaya imaji tentang diriku. bahkan

Read More..