Kuda Hitam
>> Monday, September 15, 2014
Umbu Landu Paranggi
kuda hitam yang mempersiang hari,
yang memperasing diri
kumimpi berjalan di punggung gelora
kusila-sila semadi
Umbu Landu Paranggi
kuda hitam yang mempersiang hari,
yang memperasing diri
kumimpi berjalan di punggung gelora
kusila-sila semadi
Oleh: I Nyoman Darma Putra**
Dalam eseinya ‘Puisi dari Bali’ di rubrik ‘Bentara’ Kompas, 1 September 2000, Sutardji Calzoum Bachri, menegaskan bahwa Bali telah memberikan kontribusi penting tidak saja pada dunia puisi tetapi juga prosa dan aktivitas sastra Indonesia lainnya. Pengakuan serupa juga bisa dilihat dalam bentuk yang lain yakni undangan buat penyair Bali untuk menghadiri forum sastra nasional dan internasional serta publikasi bersama.